Ahad, Jun 15, 2008

Tempat Bagi Allah ???

Kalau Anda berpikiran bahwa Allah mempunyai tempat, artinya Anda salah menafsirkan. Jikalau Dia (swt) memiliki tempat, berarti Allah memerlukan tempat. Sesuatu yang memerlukan tempat menunjukkan sesuatu yang lemah. Maka selanjutnya kita bertanya umur tempat dan yang bertempat itu sama atau tidak? Kalau Arsy, itu memiliki waktu bermula. Sedangkan Allah (swt) tidak memiliki sifat bermula. Sama persis dengan sebuah ayat:-

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ

Sesuatu yang dilahirkan atau melahirkan itu menunjukkan sesuatu yang lemah. Sebab baik yang dilahirkan atau yang melahirkan memerlukan tempat.

Dengan demikian, pengertian:- لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ itu memperlihatkan bahwa Allah (swt) tidak dilahirkan dan melahirkan, sehingga Dia tidak memerlukan tempat. Definisi yang sangat mustahil kalau Allah mempunyai tempat. Sebab Sang Pencipta itu tidak dapat diukur dan tidak bermula. Sedangkan tempat berangkat dari saat bermula. Setiap yang bermula pasti ada yang menciptakan. Sedangkan Allah sekali lagi tidak memiliki sifat bermula, dan tidak ada sekutu - tidak ada yang menyamai-Nya. Itu perbedaannya. Maka, satu hal yang mustahil kalau Allah mempunyai tempat.

[ Habib Muhammad Luthfi bin 'Ali bin Hasyim bin Yahya, mursyid Thoriqah asy-Syadzaliyyah dan rais 'am idarah 'aliyah Jam'iyyah Ahlith Thoriqah al-Mu'tabarah an-Nahdhiyyah].

***********************

1 ulasan:

Nash DftD berkata...

Salam,owner of Bahrus Shofa,saya amat senang sekali dengan artikel2 yang telah anda ke depankan...harap dapat membuat artikel2 lagi di masa depan ya...wasalam
video Habib Lutfi itu amatlah bagus sekali....